in

Review Sinopsis Film Breakfast at Tiffany’s, Romcom Ikonik Audrey Hepburn

Terkadang, kita menemukan seseorang yang sangat kita sukai, tetapi kita terlalu takut untuk bisa bersama mereka karena khawatir tentang berbagai hal lain. Tanpa sadar, kita lalu mencoba mendorong orang itu untuk menjauh dari kehidupan kita agar kita tidak merasa kecewa di kemudian hari.

Perasaan inilah yang dialami oleh Holly Golightly yan diperankan oleh aktris karismatik Audrey Hepburn dalam film Breakfast at Tiffany’s.

Breakfast at Tiffany’s adalah sebuah film romansa-komedi klasik yang dirilis pada tahun 1961. Blake Edwards menyutradarai film ini dengan berpijak dari naskah yang ditulis oleh George Axelrod.  Kisah dalam film Breakfast at Tiffany’s sendiri merupakan hasil adaptasi lepas dari novel berjudul sama karya Truman Capote yang dipublikasikan pada tahun 1958.

Film Breakfast at Tiffany’s diproduksi oleh perusahaan Jurow-Shepherd, dan didistribusikan oleh Paramount Pictures. Film berdurasi 114 menit ini mendapatkan sambutan positif dari penonton dan kritikus.

Dalam ajang penghargaan The Academy Awards atau Oscars, film ini memenangkan dua kategori, yaitu Best Original Score serta Best Original Song untuk lagu berjudul “Moon River” yang ditulis oleh Henry Mancini dan Johnny Mercer untuk film tersebut.

Film Breakfast at Tiffany’s dibintangi oleh Audrey Hepburn yang berperan sebagai Holly Golightly, George Peppard sebagai Paul Varjak, Patricia Neal sebagai Mrs. Emily Eustace Failenson alias Tooley, Buddy Ebsen sebagai Doc Golightly, Mickey Rooney sebagai I. Y. Yunioshi, José Luis de Vilallonga sebagai José da Silva Pereira, serta Stanley Adams sebagai Rutherford “Rusty” Trawler.

Berikut adalah sinopsis film Breakfast at Tiffany’s.

Sinopsis Film Breakfast at Tiffany’s

Di bagian awal film Breakfast at Tiffany’s, terlihat sebuah taksi menepi di depan jajaran bangunan di pusat kota New York saat pagi hari. Dari dalam taksi itu, keluar seorang wanita yang mengenakan gaun serba hitam sambil membawa kantung kertas berisi makanan dan minuman.

Wanita itu berdandan dengan anggun. Ia mengenakan kalung mutiara, sarung tangan pesta, dan kacamata hitam sebagai aksesoris. Rambutnya yang agak pirang juga terlihat disanggul dengan rapi ke atas.

Wanita itu adalah Holly Golightly. Holly berjalan menghampiri bagian depan etalase sebuah toko secara khusus. Toko itu adalah toko perhiasan terkenal Tiffany & Co. Sambil melihat pajangan di etalase toko Tiffany & Co., Holly lalu mengeluarkan sarapannya dari dalam kantung kertas. Ia lalu perlahan mulai menggigit dan menikmati sarapannya itu

Setelah puas melihat, Holly lalu berjalan kembali ke apartemennya yang terletak tak jauh dari sana. Ketika ia sampai kembali di bangunan apartemen tempat ia tinggal, Holly menyadari bahwa ia lupa di mana ia menaruh kunci dari kamar apartemennya.

Oleh karena itu, Holly membangunkan pemilik apartemen itu, Mr. Yunioshi, agar gadis itu bisa masuk kembali ke ruangan apartemennya.

Holly memiliki seekor kucing berwarna jingga yang merupakan peliharaan kesayangannya. Holly yang kini telah berada dalam ruangan apartemennya pun membersihkan diri, berganti baju, lalu tidur.

Holly sendiri adalah seorang gadis yang pindah ke New York. Meski ia berasal dari latar belakang yang sederhana, Holly mempunyai koneksi dengan beberapa orang penting di New York.

Tak lama kemudian, tidur Holly terganggu oleh suara bel di pintunya. Ternyata, orang yang memencet bel di pintu ruang apartemen yang ditinggali oleh Holly itu adalah Paul Varjak.

Paul rupanya adalah tetangga baru Holly yang pindah ke kamar nomor 2E di bangunan apartemen itu. Ia meminta bantuan Holly agar ia bisa masuk ke apartemennya.

Setelah Holly membantu Paul, keduanya pun sempat bercakap-cakap. Paul memperkenalkan dirinya sebagai tetangga baru Holly. Holly mengatakan bahwa Paul mirip dengan kakaknya. Oleh karena itu, Holly memilih untuk memanggil Paul dengan nama “Fred”, seperti kakaknya.

Percakapan ini berlangsung selagi Holly tengah bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Ia berdandan dengan rapi. Holly punya pekerjaan sampingan sebagai informan dari seorang gangster bernama Sally Tomato.

Saat Holly akan pergi, ia lalu melihat Paul bertemu dengan seorang wanita bernama Emily Eustace Failenson berprofesi sebagai “dekorator” yang dipanggil oleh Paul dengan nama sebutan “Tooley”. Dari penampilan Tooley, jelas terlihat bahwa ia adalah seorang wanita yang kaya.

Malam itu, Holly tanpa sengaja melihat ke arah apartemen Paul. Ia lalu menyaksikan Tooley memberikan sejumlah uang pada Paul. Tooley lalu pergi dan meninggalkan kecupan perpisahan pada Paul.

Holly memutuskan untuk mengunjungi apartemen Paul. Di sana, mereka lalu mengobrol. Paul bercerita bahwa ia adalah seorang penulis yang tak punya banyak uang. Terakhir kali ia menerbitkan sebuah buku adalah lima tahun sebelumnya.

Sementara itu, Holly juga mengungkapkan bahwa ia juga mengalami kondisi finansial yang cukup sulit. Holly harus menabung agar bisa mengumpulkan cukup uang untuk pengobatan kakaknya, Fred, yang sedang sakit.

Obrolan itu terus berlangsung hingga akhirnya keduanya tertidur. Dalam tidurnya, Holly mengalami mimpi buruk tentang Fred. Hal ini lalu membuat Paul menjadi ingin tahu. Tetapi, saat menanyakannya pada Holly, tiba-tiba Holly marah dan menganggap Paul terlalu ingin ikut campur urusan pribadi Holly.

Tetapi, Holly kemudian merasa bersalah karena kejadian itu. Sebagai permintaan maaf, ia lalu membelikan Paul sebuah mesin tik dan mereka pun kembali berdamai.

Holly juga lalu mengajak Paul untuk menghadiri sebuah pesta yang ia selenggarakan di apartemennya. Pesta itu berlangsung dengan meriah dan dihadiri oleh banyak orang terpandang.

Di pesta itu, Paul bertemu dengan agen publisis Hollywood yang bekerja dengan Holly, O. J. Berman. Berman menceritakan pada Paul tentang kisah perjalanan karir Holly, yang dulunya adalah seorang gadis dari desa hingga menjadi sosialita terkenal di New York seperti saat itu.

Paul juga kemudian bertemu dengan beberapa sosok penting lain. Termasuk di antaranya adalah dua pria kaya bernama José da Silva Pereira dan Rusty Trawler.

Keesokan harinya, Tooley kembali datang untuk mengunjungi Paul di apartemennya. Tetapi, Tooley dengan ketakutan mengatakan bahwa ia merasa diikuti oleh seorang pria misterius.

Paul lalu berusaha menenangkan Tooley dan mengatakan bahwa ia akan mencari tahu siapa pria misterius yang mengikuti Tooley tersebut. Ternyata, setelah ia bertemu dengan sosok yang dimaksud oleh Tooley, pria itu mengaku bahwa ia adalah Doc Golightly, suami Holly Golightly yang berasal dari Texas.

Doc mengatakan bahwa nama asli Holly adalah Lula Mae Barnes. Dulu, ia menikah dengan Holly saat Holly masih berusia sekitar 14 tahun. Kini, Doc ingin bertemu dengan Holly untuk menjemput mantan istrinya itu dan kembali hidup bersama.

Paul lalu mempertemukan Doc dengan Holly. Tetapi, ketika kembali bertemu dengan Doc, Holly mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah bercerai.

Dengan ditemani oleh Paul, Holly kemudian pergi ke terminal bus bersama dengan Doc. Tetapi, di sana ia lalu mengatakan bahwa ia tidak ingin kembali bersama Doc ke Texas. Meski merasa berat hati dan kecewa, Doc pun akhirnya pulang tanpa Holly dan melepas istrinya itu.

Kejadian ini membuat Holly sedikit terguncang. Malam itu, Holly pergi dengan Paul ke sebuah kelab malam.

Sepulangnya dari sana, Paul dan Holly kembali ke apartemen mereka. Holly yang masih mabuk lalu bercerita pada Paul tentang rencananya untuk menikah dengan Rusty Trawler karena harta Trawler yang banyak.

Beberapa hari kemudian, Paul mendapat kabar bahwa sebagian karya cerita pendeknya berhasil diterbitkan. Saat akan memberitahukan ini pada Holly, Paul lalu melihat berita utama di koran yang mengatakan bahwa Rusty Trawler baru saja menikahi wanita lain.

Kabar ini membuat Holly cukup sedih. Paul akhirnya mengajak Holly untuk berjalan-jalan menyusuri New York serta melakukan beragam hal yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya di kota itu.

Paul dan Holly lalu pergi mengunjungi toko perhiasan Tiffany & Co.. Di sana, Paul lalu mengeluarkan cincin mainan hadiah dari kotak biskuit dan meminta agar cincin itu diukir di sana khusus untuk Holly. Setelah selesai, Paul lalu memberikan cincin itu pada Holly.

Paul dan Holly pulang ke apartemen mereka dan kembali menghabiskan malam itu bersama. Keesokan paginya, Paul melihat bahwa Holly sudah pergi dan tidak ada di sana.

Tak lama kemudian, Tooley datang untuk menemui Paul. Dalam pertemuan mereka kali itu, Paul meminta untuk mengakhiri hubungannya dengan Tooley. Tooley menerima keputusan Paul ini dengan cukup tenang. Tooley juga mengatakan bahwa ia sudah tahu bahwa Paul telah menyukai sosok wanita lain.

Sementara itu, setelah hubungannya dengan Rusty yang gagal, Holly kali ini berencana untuk menikahi José yang kaya. Tetapi, Holly lalu menerima kabar bahwa kakaknya meninggal dan membuat Holly amat terpukul.

Beberapa bulan kemudian, Holly bersiap untuk pergi ke Brazilia agar bisa lebih dekat dengan José. Namun, Holly lalu ditangkap oleh polisi karena menjadi bagian dari bisnis narkoba gelap Sally Tomato.

Malam itu, Holly mendekam di penjara. Meski begitu, keesokan harinya ia lalu dibebaskan dengan jaminan Paul. Paul menjemput Holly dengan menggunakan taksi sambil membawa kucing Holly dan sebuah surat dari José yang mengatakan bahwa keterlibatan Holly dengan kelompok kriminal Sally membuat José memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Holly yang frustasi bersikukuh untuk pergi ke Brazilia dan tetap menemui José. Ia lalu mengusir kucingnya keluar dari taksi karena merasa marah. Padahal, di luar sedang turun hujan deras.

Paul yang tak habis pikir dan kecewa dengan perilaku Holly akhirnya keluar dari taksi dan meninggalkannya. Setelah Paul pergi, Holly baru menyadari tentang kesalahannya.

Holly akhirnya meminta taksi itu untuk dihentikan dan segera keluar dari taksi untuk menyusul Paul yang sedang berusaha mencari kucing Holly. Holly menemukan kucingnya berada di sebuah lorong antar bangunan dan melindungi kucing itu dari hujan di balik jaketnya. Ia lalu berpelukan dengan Paul dan menciumnya di tengah hujan.

Itu dia ulasan dan sinopsis film Breakfast at Tiffany’s.

Film ini banyak disebut sebagai penampilan terbaik aktris karismatik Audrey Hepburn. Tertarik untuk menyaksikannya secara langsung? Nah, jangan lupa menambahkan film ini ke daftar tontonanmu, ya.

Sumber foto: Paramount Pictures

Written by Adelia

Menulis karena kesenangan adalah menulis kebebasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Sinopsis Film Brave, Keberanian Putri Merida Menentang Tradisi

Review Sinopsis Film Chef (2014), Kuliner ala Koki Food Truck