in

Review Sinopsis Film The Aeronauts (2019), Mencoba Bertahan Hidup di Balon Udara

Bagaimana ya, rasanya menjadi salah satu pelopor yang menjelajahi langit dengan menggunakan balon udara?

Film The Aeronauts menjawab pertanyaan ini lewat kisah dua penerbang balon udara Amelia Wren dan James Glaisher. Meski sebagian dari kisah ini murni fiktif, tetapi film ini terinspirasi dari cerita nyata. Bahkan, salah satu penerbang itu, James Glaisher, memang benar-benar didasarkan dari sosok asli sang ilmuwan Inggris itu.

The Aeronauts adalah sebuah drama petualangan yang dirilis pada tahun 2019. Film berdurasi 100 menit ini disutradarai oleh Tom Harper berdasarkan naskah yang ditulis oleh Jack Thorne. Film ini merupakan adaptasi dari sebuah buku karya Richard Holmes berjudul “Falling Upwards: How We Took to The Air” yang dipublikasikan pada 2013.

Film ini diproduksi oleh Mandeville Films dan FilmNation Entertainment, dengan eOne sebagai distributor untuk wilayah Inggris. Film ini sempat tayang secara terbatas di bioskop Amerika Serikat, sebelum Amazon Studios yang menjadi distributor untuk wilayah tersebut merilis film ini secara digital melalui layanan streaming mereka.

Para pemain dalam film The Aeronauts meliputi Eddie Redmayne yang berperan sebagai James Glaisher, Felicity Jones sebagai Amelia Wren, Himesh Patel sebagai John Trew, Tom Courtenay sebagai Arthur Glaisher, Phoebe Fox sebagai Antonia, Rebecca Front sebagai Bibi Frances, Robert Glenister sebagai Ned Chambers, Vincent Perez sebagai Pierre Rennes, serta Anne Reid sebagai Ethel Glaisher.

Berikut adalah sinopsis film The Aeronauts.

Sinopsis Film The Aeronauts

Film The Aeronauts menggunakan alur penceritaan campuran di mana sesekali terdapat kilas balik dari berbagai kejadian yang kemudian menuntun pada perjalanan balon udara James Glaisher dan Amelia Wren.

Cerita dalam film ini mengambil latar pada tahun 1862 di Kota London, Inggris. Sebuah tempat terbuka di tengah kota dikelilingi oleh ratusan warga yang telah membayar untuk menyaksikan peluncuran balon udara yang saat itu masih merupakan teknologi baru di dunia.

Dua penerbang balon udara asal Inggris itu berniat untuk memcahkan rekor penerbangan tertinggi menggunakan balon udara dalam sejarah yang sebelumnya dicatatkan oleh orang Prancis.

Salah satu penumpangnya adalah James Glaisher, seorang ilmuwan dengan karakter yang kaku dan serius. Ia merasa kesal karena rekan penerbang satunya, yang berperan sebagai pilot balon udara itu, terlambat hadir.

Pilot balon udara itu adalah Amelia Wren, seorang wanita yang optimistis dan ceria. Ia telah mengenakan kostum unik untuk menghibur penonton yang telah menunggu. Tetapi, di tengah perjalanan menuju ke sana, Amelia tiba-tiba mengalami kilasan trauma tentang perjalanan terakhirnya menggunakan balon udara yang menewaskan suaminya, Pierre. Amelia lalu berusaha menenangkan diri dan tetap pada tekadnya untuk terbang di hari itu.

Sesampainya ia di lokasi peluncuran, Amelia menampilkan sebuah pertunjukan kecil yang segera membuat para penonton terkesima. Tetapi, hal ini justru membuat James semakin jengkel. Mereka akhirnya terbang ke udara dan mulai melepaskan tambatan agar mereka bisa terbang.

Sementara itu, James mengalami kilas balik saat ia hendak mengajukan proyek perjalanan menggunakan balon udara. James berpendapat bahwa cuaca sebenarnya bisa diprediksi dengan mempelajari lapisan di langit. Tetapi, para ilmuwan di Royal Society mengggap bahwa teori James tersebut konyol.

Film kembali lagi ke perjalanan Amelia dan James yang telah menembus lapisan awan. Tetapi, mereka kemudian segera dihadang oleh sebuah badai yang membuat balon udara itu berputar-putar tak terkendali.

Amelia teringat saat kakaknya, Antonia, menyuruhnya untuk menghadiri sebuah pesta. Di sanalah ia pertama kali bertemu dengan James. Saat itu, James meminta Amelia yang telah berpengalaman sebagai pilot yang telah berulang kali terbang dengan Pierre untuk mengantarkan James melakukan penelitian di angkasa.

Film kembali ke perjalanan balon udara. Amelia dan James berhasil melewati badai tersebut dan terus naik ke atas. James melepaskan satu dari lima burung merpati yang dibawanya untuk menyampaikan ke daratan hasil pengamatan ilmiahnya untuk mengantisipasi jika mereka tewas dalam perjalanan itu.

Mereka lalu sampai ke lapisan udara tempat di mana sekawanan kupu-kupu terbang. James terkesan dengan pemandangan ini. Ia ingat bahwa salah satu sahabatnya, John Trew, bahwa kupu-kupu bisa terbang di lapisan langit yang lebih tinggi daripada burung. Tetapi, James selalu menyanggah hal itu dan sekarang ia membuktikan sendiri bahwa teori John tersebut benar.

Film lalu memperlihatkan kilas balik ingatan Amelia. Setelah kesepakatan mereka di pesta itu, James mulai mencaritahu lebih banyak tentang teknik penerbangan menggunakan balon udara.

Tetapi, Amelia yang masih sulit untuk melupakan tragedi dengan Pierre lalu berubah pikiran. Ia menemui James untuk mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari proyek mereka. James nampak kecewa, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa membatalkan seluruh harapannya untuk bisa meneliti angkasa. Amelia merupakan pemilk modal dan penyedia balon udara yang harganya cukup mahal dalam proyek mereka tersebut.

Sepulangnya Amelia dari pertemuan dengan James, ia lalu kedatangan seorang tamu di rumahnya. Ternyata, tamu itu adalah John, sahabat James. John mengatakan bahwa James telah menceritakan apa yang terjadi. John juga mengungkapkan bahwa ia datang ke sana atas inisiatifnya sendiri dan bukan karena diperintahkan oleh James.

John tidak berusaha meyakinkan Amelia untuk pergi dengan James. Tetapi, ia hanya menyerahkan sebuah jurnal penelitian yang ditulis oleh James berisi berbagai teorinya tentang cuaca.

Amelia lalu pergi ke makam Pierre untuk kembali merenungkan keputusan terbaik yang harus ia ambil. Namun, salju tiba-tiba turun di sekitarnya, sesuai dengan prediksi yang dikatakan oleh James. Hal ini membuat Amelia tersadar dan akhirnya memantapkan tekad untuk terbang bersama James.

Kembali lagi ke perjalanan balon udara Amelia dan James. Kini, mereka telah berhasil melebihi ketinggian 23.000 kaki atau kurang lebih setara dengan 7 km. Angka ini melebihi ketinggian yang berhasil dicapai oleh para penerbang balon udara dari Prancis yang sebelumnya memegang rekor sejarah penerbangan tertinggi dengan menggunakan balon udara.

Tetapi, Amelia kemudian menyadari bahwa James tidak mengenakan maupun membawa pakaian yang layak untuk menembus ketinggian tersebut. Suhu udara mulai turun secara drastis hingga melampaui titik beku.

Amelia memutuskan untuk mulai mengurangi beban dan menurunkan balon udara mereka. Tetapi, James menolaknya. Mereka terlibat dalam sebuah adu argumen yang sengit. James mengatakan bahwa mereka melakukan semua ini demi ilmu pengetahuan.

Amelia akhirnya menyetujui pemintaan James. Tetapi, ia mengingatkan James bahwa ketika nanti tiba waktunya mereka benar-benar terdesak dan harus turun, maka James harus membiarkan Amelia melakukannya. Sebab, bagaimanapun, Amelia adalah pilot di balon udara itu dan ia juga yang punya hak dalam menentukan perjalanan mereka.

Tak lama kemudian, James kemudian mulai terlihat menggigil kedinginan. Wajah dan bibirnya menjadi pucat. Ia menderita hypoxia karena hawa dingin. Hidungnya juga mulai mengeluarkan darah. Tetapi, ia meminta agar mereka terus naik.

Amelia yang khawatir kali itu berkeras untuk turun. Di puncak perdebatan Amelia dan James, Amelia akhirnya menceritakan tragedi yang sebenarnya terjadi dari pengalaman terakhirnya naik balon udara.

Saat itu, ia dan Pierre, suaminya yang merupakan keturunan Prancis, merupakan salah satu penerbang balon udara terkemuka yang telah pergi melakukan berbagai perjalanan menggunakan balon udara.

Namun, dalam perjalanan terakhir mereka, karena pengaruh dari cuaca, maka balon udara mereka pun terancam jatuh. Untuk mengurangi beban agar balon udara itu bisa kembali mendarat dengan aman di tanah, Pierre lalu mengorbankan dirinya. Ia melompat dari balik keranjang balon udara untuk mengurangi beban sehingga Amelia bisa kembali turun. Sejak itu, Amelia mengalami trauma yang mendalam hingga tidak pernah terbang lagi dengan menggunakan balon udara.

Mendengar cerita ini, James akhirnya setuju untuk turun. Tetapi, ia lalu pingsan dan kehilangan kesadaran karena hypoxia-nya.

Sementara itu, katup ventilasi gas di bagian atas balon ternyata beku terkena hawa dingin dan tidak bisa dibuka dari bawah. Oleh karena itu, Amelia pun harus keluar dari keranjang, memanjat tali temali, serta mulai merayap di bagian luar balon untuk mencapai bagian atasnya.

Hal ini tentu saja berisiko besar. Jika Amelia terpeleset sedikit saja, ia bisa langsung jatuh ke bumi dari ketinggian tersebut. Apalagi, Amelia sendiri mulai menggigil kedinginan dan kesulitan untuk menjaga dirinya agar tetap sadar dan bergerak.

Pada akhirnya, Amelia berhasil sampai di atas balon dan berusaha keras membuka katup gas itu. Ia berhasil membuat sedikit lubang. Gas mulai keluar dan balon itu perlahan bergerak turun. Tetapi, Amelia kemudian pingsan di atas balon. Saat ia terbangun, ia hampir terjatuh dari pinggir balon, jika bukan karena tali pengaman yang telah ia ikatkan di tubuhnya.

Ia tergantung-gantung di udara bebas dan terlalu jauh untuk mencapai keranjang di bawah balon. Setelah berusaha sekuat tenaga, ia akhirnya berhasil berayun masuk hingga menyadarkan James kembali.

Mereka lega karena berhasil turun. Tetapi, Amelia lalu menyadari bahwa mereka turun terlalu cepat. Balon udara itu kehilangan terlalu banyak gas.

Keduanya mulai membuang satu demi satu peralatan dalam keranjang untuk meringankan beban dan memperlambat laju balon udara. Sebagai usaha terakhir, mereka melepaskan keranjang dan naik ke kerangka balon.

Setelah semua itu gagal, Amelia berniat untuk mengorbankan diri demi menyelamatkan James. Tetapi, James berpendapat bahwa mereka bisa menjadikan balon itu sebagai parasut dengan membalik bentuknya.

Meski rencana itu berhasil, Amelia dan James tetap mendarat dengan keras. Amelia bahkan sempat terseret oleh laju balon di atas tanah. Walau terluka cukup parah, keduanya akhirnya selamat.

Mereka berdua berhasil mencatatkan rekor baru bagi penerbangan dengan menggunakan balon udara. Sementara itu, penelitian James juga membuka jalan bagi berbagai penelitian lain tentang cuaca. Setelah perjalanan itu, Amelia dan James tetap menjadi rekan baik dan mereka bahkan melakukan penerbangan balon udara lagi di kemudian hari.

Demikianlah ulasan dan sinopsis dari film The Aeronauts.

Ingin melihat langsung petualangan Amelia dan James secara langsung? Jangan lupa untuk menambahkan fim ini ke daftar tontonanmu, ya!

Sumber foto: Amazon Studios

Written by Adelia

Menulis karena kesenangan adalah menulis kebebasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Sinopsis Film Chef (2014), Kuliner ala Koki Food Truck

Review Sinopsis Film Spider-Man 2: Far From Home, Spider-Man Menyelamatkan Eropa