Film Paper Towns
in

Review Sinopsis Film Paper Towns (2015), Kisah Romansa Penuh Teka-teki

wekepo.com. Jika bicara tentang kisah bertema remaja atau romansa modern, nama John Green mungkin sudah tidak asing lagi. John Green adalah penulis asal Amerika Serikat yang telah mempublikasikan banyak novel yang menjadi best seller secara internasional. Karyanya yang paling terkenal, The Fault in Our Stars, telah diangkat menjadi film. Namun, tak berhenti di The Fault in Our Stars, Hollywood kemudian juga mengadaptasi beberapa novel terbaik John Green.

Film Paper Towns yang dirilis pada tahun 2015 termasuk salah satu adaptasi dari novel karya John Green. Film produksi Amerika Serikat ini mengusung perpaduan drama, komedi, romansa, dan misteri sebagai genrenya. Berdurasi sepanjang 109 menit, film Paper Towns diproduksi melalui kerjasama Fox 2000 Pictures, Temple Hill Entertainment, dan TSG Entertainment. Sementara itu, 20th Century Fox menjadi distributor bagi film ini.

Sebagai sutradara dari film Paper Towns adalah Jake Schreier, sedangkan naskahnya ditulis oleh Scott Neustadter dan Michael H. Weber. Film dengan biaya pembuatan $12 juta ini meraih kesuksesan secara komersial. Total pendapatan dari pemutaran bioskopnya mencapai $85 juta secara internasional.

Dua bintang utama film Paper Towns adalah Nat Wolff dan Cara Delevingne yang masing-masing berperan sebagai protagonis utama dalam film, yakni Quentin “Q” Jacobsen serta Margo Roth Spiegelman.

Sementara itu, beberapa aktor lain yang tampil dalam film ini, di antaranya adalah Josiah Cerio sebagai “Q” saat kecil; Hannah Alligood sebagai Margo saat kecil; Halston Sage sebagai Lacey Pemberton, sahabat Margo; Austin Abrams sebagai Benjamin “Ben” Starling, sahabat Quentin; Justice Smith sebagai Marcus “Radar” Lincoln, sahabat Quentin; Jaz Sinclair sebagai Angela, pacar Marcus; Griffin Freeman sebagai Jason “Jase” Worthington, mantan pacar Margo sekaligus musuh Q; Caitlin Carver sebagai Rebecca “Becca” Arrington, mantan teman Margo; dan Meg Crosbie sebagai Ruthie Spiegelman, saudari Margo.

Film Paper Towns secara umum bercerita tentang upaya Quentin “Q” Jacobsen dalam menemukan seorang gadis yang eksentrik dan misterius bernama Margo Roth Spiegelman. Margo adalah teman masa kecil Q yang diam-diam ia taksir. Q selalu memandang Margo sebagai sosok cewek yang keren, namun juga tidak mudah ditebak.

Ketika suatu hari Margo tiba-tiba menghilang, Q dan teman-temannya memutuskan untuk melakukan misi pencarian dengan menelusuri sejumlah teka-teki yang ditinggalkan oleh Margo. Proses pencarian itu memungkinkan Q untuk semakin mempererat pertemanan dengan sahabat-sahabatnya, sekaligus membuat Q dapat lebih memahami arti Margo bagi dirinya.

baca: Review Sinopsis Film 1917, Kengerian Berpacu dengan Waktu di Masa Perang

Ingin tahu cerita lengkapnya? Langsung aja yuk, simak sinopsis film Paper Towns di bawah ini.

Sinopsis Film Paper Towns

Film bermula dari saat Q dan Margo masih berusia kanak-kanak. Quentin “Q” Jacobsen, sedang bermain di halaman rumahnya, ketika tiba-tiba ada mobil yang berhenti di rumah sebelah. Ternyata, mobil itu milik keluarga yang kemudian pindah ke rumah sebelah keluarga Jacobsen dan menjadi tetangga baru Q. Salah satu putri dari keluarga itu yang usianya sebaya dengan Q, Margo Roth Spiegelmen, segera menarik perhatian Q sejak ia pertama kali melihat gadis itu.

Karakter Margo yang supel membuat tak sulit bagi Q kemudian untuk segera berteman dengannya. Q dan Margo kecil kerap bermain bersama. Suatu saat, ketika mereka sedang bersepeda di sekitar kompleks perumahan mereka, mereka menemukan sesosok mayat di bawah pohon di sebuah taman. Mayat yang mereka temukan adalah pengacara setempat Robert Joyner yang bunuh diri setelah bercerai dari istrinya.

Kejadian itu membekas di benak Q hingga bertahun-tahun kemudian. Namun, lama kelamaan, persahabatan Q dan Margo pun mulai merenggang. Padahal, sejak mereka kecil, Q sebenarnya memendam perasaan suka pada Margo.

Ketika mereka beranjak remaja, Margo menjadi bagian dari kelompok anak-anak populer di sekolah mereka, SMA Jefferson Park. Margo jika dikenal memiliki jiwa yang bebas dan gemar berpetualang.

Hal ini berlawanan jauh dengan Q. Di sekolah, Q termasuk dalam kelompok anak yang tak begitu populer. Meski begitu, Q memiliki dua sahabat yang setia dan dapat ia andalkan, yaitu Benjamin “Ben” Starling serta Marcus “Radar” Lincoln.

Film Paper Towns

Dengan reputasi sosial mereka yang jauh berbeda, Q pun jarang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Margo. Namun, suatu malam, tiba-tiba Margo memanjat dan menyelinap masuk dari jendela rumah ke kamar Q. Margo mengatakan bahwa ia ingin agar Q ikut bersamanya dalam sebuah rangkaian misi balas dendam dengan melakukan prank pada beberapa orang yang telah menyakitinya.

Film Paper Towns

Target Margo adalah Jase, mantan pacar Margo yang ternyata telah berselingkuh dengan sahabat Margo sendiri, mantan sahabat dan pacar baru Jase, Becca, serta Lacey, sahabat Margo yang dianggapnya bersekongkol dengan Becca.

Film Paper Towns

Q setuju untuk membantu Margo. Mereka lalu pergi ke swalayan untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan rangkaian prank tersebut. Mereka berdua pun melewati malam yang menyenangkan setelah semua prank yang mereka lakukan berjalan sukses.

Film Paper Towns

Film Paper Towns

Di akhir petualangan kecil mereka itu, Margo membawa Q ke lantai atas sebuah gedung pencakar langit. Dari sana, mereka bisa melihat daerah sekitar di malam hari yang diterangi lampu-lampu. Q merasa senang bahwa malam itu akhirnya ia bisa kembali menjalin hubungan dekat dengan Margo.

Meskipun begitu, keesokan harinya hingga beberapa hari kemudian, Margo tiba-tiba menghilang. Orang-orang menduga bahwa Margo pergi ke suatu tempat yang hanya diketahuinya sendiri. Sementara itu, Mr. dan Mrs. Spiegelman memilih untuk tidak melaporkan kasus hilangnya Margo ke polisi, karena gadis itu sebelumnya telah berulang kali pergi dari rumah. Mereka berpendapat bahwa sama seperti beberapa kejadian sebelumnya ketika Margo menghilang, kali ini pun putri mereka pasti akan kembali lagi ke rumah.

Q yang mulai merasa bahwa ia punya kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Margo pun tergerak untuk berusaha menemukan Margo. Ia lalu melihat sebuah poster bergambar Woody Guthrie di dinding kamar Margo dan berpendapat bahwa itu adalah salah satu petunjuk yang ditinggalkan oleh Margo untuk Q. Dengan dibantu oleh Ben dan Marcus, Q pun mulai mencari petunjuk lain yang bisa membantunya menemukan Margo. Mereka bahkan berusaha menyuap adik Margo, Ruthie, agar mereka bisa menemukan lebih banyak petunjuk di kamar Margo.

baca: Review Sinopsis Film A Walk in the Woods (2015), Petualangan Mencari Kedamaian dari Alam

Sementara itu, Q dan kedua sahabatnya kemudian menghadiri pesta yang diadakan Jase. Di sana, Q mengetahui bahwa ternyata Lacey sebenarnya tidak mengetahui tentang perselingkuhan di antara Jase dan Becca sebagaimana dugaan Margo. Lacey justru merasa muak dengan Jase dan Becca, sekaligus merasa khawatir dengan hilangnya Margo. Melihat ketulusan Lacey, Q pun menceritakan tentang upayanya menelusuri petunjuk keberadaan Margo dan mereka pun setuju untuk bekerjasama.

Film Paper Towns

Beberapa petunjuk baru mengarahkan Q dan kawan-kawannya ke salah satu toko yang berada dalam sebuah mal tua yang tidak beroperasi lagi. Di sana, Q menemukan sebuah peta yang baru dipakai oleh Margo dan akhirnya berhasil mengetahui lokasi di mana Margo berada, yaitu di sebuah kota bernama Agloe di negara bagian New York.

Film Paper Towns

Quentin dan kawan-kawannya pun memutuskan untuk menempuh perjalanan dengan mobil untuk mencapai kota Agloe. Termasuk ke dalam kelompok pencarian itu adalah Q, Ben, Marcus, pacar Marcus yang bernama Angela, serta Lacey. Mereka berusaha untuk bisa menemukan Margo secepat mungkin dan membawanya pulang agar mereka semua bisa pergi bersama ke pesta prom kelulusan tepat pada waktunya.

Film Paper Towns

Di sepanjang perjalanan, Quentin dan kawan-kawannya menghabiskan waktu bersama dan melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Perjalanan itu menjadi jauh lebih seru dan menegangkan karena mereka berpacu dengan waktu.

Film Paper Towns

Karena setiap detik amat berharga, maka mereka berusaha sebisa mungkin tak banyak berhenti untuk istirahat. Salah satu strategi yang mereka gunakan adalah dengan cara saat salah satu dari mereka bertugas mengisi bahan bakar mobil, maka yang lain harus berlari untuk membeli makanan dan berbagai keperluan lain yang mereka butuhkan dalam perjalanan di swalayan.

Lacey menjadi dekat dengan Ben dan bahkan setuju untuk pergi ke pesta prom dengannya, sedangkan Marcus juga menjadi lebih dekat dengan Angela. Sementara itu, bagi Q sendiri, berbagai kejadian yang mereka alami membuat Q semakin dekat dengan kawan-kawannya.

Pada akhirnya, mereka pun sampai di kota Agloe setelah menempuh dua hari perjalanan. Sayangnya, di sana mereka tak berhasil menemukan Margo. Mereka pun memutuskan untuk kembali pulang.

Namun, Q memiliki firasat bahawa sebenarnya Margo memang benar-benar ada di sana. Ia pun memutuskan untuk tinggal dan membiarkan teman-temannya yang lain pulang lebih awal dengan menggunakan mobilnya.

Ternyata, dugaan Q benar. Ketika ia sedang menyusuri jalanan kota itu, ia kemudian berpapasan dengan Margo. Q pun kemudian mengungkapkan perasaan cintanya pada Margo, namun Margo menjawab bahwa ia tak merasakan hal yang sama pada Q.

Margo menjelaskan pada Q bahwa alasan sebenarnya ia kabur dari rumah adalah karena ia lelah dengan keluarganya yang berantakan. Selain itu, Margo juga sedang berusaha menemukan jati dirinya saat ini. Petunjuk yang ditinggalkan Margo untuk Q bukan ditujukan agar Q bisa menemukannya, namun hanya untuk memberitahu Q bahwa ia baik-baik saja. Margo pun memilih untuk tetap tinggal di Agloe.

Q akhirnya membeli tiket bus untuk pulang ke rumah. Sebelum Q pergi, mereka berdua berciuman. Margo mengatakan pada Q bahwa ia juga sebenarnya sudah menghubungi adiknya, Ruthie, untuk memberitahu tentang kabarnya.

Film Paper Towns

Sepulangnya dari Agloe, Q pun memutuskan untuk fokus menjalani masa depannya. Bersama dengan teman-temannya, ia menikmati pesta prom yang menjadi kenangan terakhirnya di SMA. Setelah kelulusan, Q menghabiskan musim panasnya bersama teman-temannya itu sebelum mereka semua melanjutkan langkah mereka ke perguruan tinggi.

Film Paper Towns

Begitulah ulasan dan sinopsis lengkap dari film Paper Towns.

baca: Ulasan Sinopsis Film Green Book, Film tentang Persahabatan Antarras yang Menyentuh Hati

Film Paper Towns menjadi seru untuk ditonton karena perpaduan yang tak biasa dari cerita cinta dengan genre teka-teki. Di sepanjang film, kamu pasti akan terhibur dengan manisnya kisah Q dan Margo, kocaknya hubungan antara Q dan kawan-kawannya, serta rumitnya proses pencarian Margo.

Nah, kalau kamu masih penasaran, nonton filmnya langsung, yuk!

Sumber foto: 20th Century Studios

Written by Adelia

Menulis karena kesenangan adalah menulis kebebasan.